part 03 – Ada Kerja, Ada Kuliah *eh, kebalik ya~

“Kata Ibu Bapak, ilmu itu jalan, biar hidup bisa menanjak satu tingkat lebih kaya, dari biasanya! 🙂 “

2013

Singkat cerita saya sudah semester 2. Nilai biasa aja, rata-rata. Adaptasi juga sudah berjalan seperti biasanya. Sudah banyak teman yang mau akrab dengan anak baru macam Saya, Ozi dan Agung. Ya, walaupun saya kemana-mana masih makan ber-3, ngumpul ber-3, 😀

Rekan perempuan juga sudah mulai banyak yang ke kos. Sekedar mampir, ngobrol, tidur, makan, dan nyontek tugas (saya yang nyontek).

Uang bulanan dari beasiswa juga mengalir 6 bulan sekali, atau 1 semester sekali. Kadang telat kadang tepat, banyak telatnya. Bagi saya, Ozi, dan Agung, uang itu adalah modal kami untuk hidup dan menghidupi.

Kami seperti “kerja dan digaji” kerja untuk negara, belajar, bahkan denger-denger ada larangan dari pemerintah untuk kerja bagi penerima beasiswa ini. Maklum, IP/K kami harus di atas rata-rata, lulus kami harus tepat waktu, waktu kami hanya untuk kuliah.

Tapi, sepenuhnya saya tidak bisa mengandalkan uang beasiswa ini terus menerus. Uang ini akan datang, lalu pergi, tanpa manfaat yang pasti.

Walhasil, Saya kembali kerja! Jadi Copywriter again!

Itu yang saya bisa, meringankan beban orang rumah agar tidak lagi mengirim uang saku dikala putrinya tidak dapat jatah lagi dari beasiswa.

Pekerjaan pertama

Saya ditrining dulu jadi penulis. Menulis 10 artikel setiap hari sampai hafal total SOP nya, bahkan sampai sekarang juga masih hafal.

Artikel ber-genre SEO dengan jenis Tips Trick adalah senjata saya.

Gaji pertama saya dapat setelah 2 minggu kerja ikut orang lewat online yang sampai saat ini tidak saya ketahui namanya. 235.000 rupiah!

Lumayan bisa buat hidup sampai akhir bulan.

Setelahnya saya tidak dapat mengikuti, pelan-pelan saya mengundurkan diri. Lha gimana, wong tugas udah mondar-mandir, yaudah tinggal aja.

Sampai akhirnya dapat pekerjaan lagi, setelah mengajukan lamaran online. Dengan management waktu yang lumayan. Itungan seharinya 20.000, janjinya sperti itu! Dua minggu nulis, kerja, menghabiskan kuota, dan tepat pada saat gajian, gaji tak kunjung ditransferkan!

Yah, mungkin belum rejeki, paling tidak ada pengalaman saja.

2014

Selama kuliah, mungkin pekerjaan ini yang paling pasti. Yap! Menjadi guru les privat!

Saya mencoba mengajukan lamaran ke salah satu Bimbel, DELTA namanya. Tes, sehari kemudian ditelpun, dan kerja! Kerja hari pertama, saya masih bisa naik sepeda. Jaraknya cuma 5km dari kos.

Mengajar les hari berikutnya nggabisa pake sepeda lagi. Pinjem motor kesana kemari akhirnya. Mulai dari tetangga kos, temen kuliah, sampai orang yang baru dikenal yang alhamdulillah percaya juga 😀

Mengajar les privat akhirnya cuma bertahan 3 bulan. Alhamdulillah setiap bulannya bisa dapat 400.000 rupiah. Lumayan buat nuker bensin.

Seenggaknya dari sekian kerjaan yang saya lakoni ngalor ngidul cuma buat menyambung hidup di perantauan. Nyasar, dimarahin bos, dimarahin anak les, bahkan sampai pulang tengah malem, dan pintu kos sudah ditutup pun sudah pernah saya telan mentah-mentah.

Ini hidup, dan saya sedang cari rasa yang pas untuk hidup 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s